CORONA MENGAMBIL ALIH

Ditengah ketakutan dunia akan virus corona yang meluluhlantahkan perekonomian dunia, memisahkan teman dan saudara, beribadah tidak lagi berjamaah, kematian mengancam seluruh manusia,,,tapi tidak dengan bumi,ia tersenyum merekah, tidak ada lagi asap pabrik, asap-asap kendaraan yang mengepulkan asapnya dilangit sehingga langit tak lagi cerah. Banyak perkantoran, sekolah, mall, rumah makan, dan gedung-gedung bertingkat tutup sementara, Menghentikan penggunaan listrik dan AC dalam skala besar, sehingga mengurangi pemanasan global dan kualitas udara membaik.
Ketika banyak industri, jejaring transportasi dan perusahaan tutup, jumlah emisi karbon di udara turun drastis.
Dibandingkan dengan kurun waktu yang sama pada tahun ini di New York, tingkat polusi udara berkurang nyaris sebanyak 50%.
Di China, tingkat emisi berkurang 25% di awal tahun, ketika orang-orang diperintahkan untuk tinggal di rumah. Pabrik-pabrik tutup dan penggunaan batu bara di enam pembangkit listrik terbesar China merosot hingga 40%. Proporsi hari-hari dengan "kualitas udara baik" naik 11,4% dibandingkan waktu yang sama pada tahun lalu di 337 kota di seluruh China, menurut Kementerian Ekologi dan Lingkungan.
Di Eropa, pencitraan satelit menunjukkan emisi nitrogen dioksida (NO2) memudar di atas Italia utara. Fenomena sama terjadi di Spanyol dan Inggris.(https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-52194438)
Dibalik ancaman kematian, virus ini justru memberi banyak perubahan yang positif bagi bumi,tapi tak seharusnya dilihat sebagai cara dalam memperbaiki lingkungan, mengapa corona yang mengambil alih dalam memperbaiki atmosfer kita?, Apakah harus melalui sebuah virus agar banjir, gempa, erupsi, kekeringan, longsor dan musibah lainnya agar tidak terjadi lagi dimuka bumi ini?

Comments

Popular posts from this blog

Desain Logo Jamu Gendong

Desain gaya Klasik Kaleng Khong Guan yang Legendaris